Jumat, 19 Desember 2014

Jual Ikan Asin Cirebon, Jual Ikan Asin Cumi, Harga Ikan Asin Cumi, Harga Ikan Asin Cucut, +62-813-1718-3023 (Telkomsel)

www.PabrikIkanAsin.blogspot.com - Supplier Ikan Asin, Suplier Ikan Asin Di Jakarta, Suplier Ikan Asin Jakarta, Supplier Ikan Asin Jakarta, Supplier Ikan Asin Di Jakarta, Supplier Ikan Asin Jambal, Penjual Ikan Asin Di Jakarta, Tempat Jual Ikan Asin Di Jakarta, Jual Ikan Asin Tarakan Di Balikpapan, Jual Ikan Asin Kemasan, Jual Ikan Asin Kalimantan, Jual Ikan Asin Online
http://pabrikikanasin.blogspot.com/


www.PabrikIkanAsin.blogspot.com - Kali ini kami akan membahas sedikit seputar pengurangan rasa asin pada Ikan Asin yang berkualitas tinggi. Benarkah larutan garam dapat mengurangi rasa asin pada ikan asin jauh lebih banyak dibandingkan dengan merendam ikan asin di dalam air biasa?

Memang benar, untuk mengurangi rasa asin terhadap Ikan Asin, kita bisa menggunakan larutan air garam yang hangat. Hanya dengan syarat kadar garam yang ada pada larutan lebih rendah, dibandingkan dengan kadar garam yang terkandung di dalam ikan asin. Biasanya, untuk 1 kg ikan asin, menggunakan perbandingan air : garam sebesar 2 L air : 1 sdm garam. Dengan cara ini, garam dari ikan asin lebih mudah tertarik dan larut ke dalam air garam, dibandingkan hanya sekadar direndam di dalam air hangat saja.

Apakah Rasa Asin Ikan Asin Berkurang Jika Direndam Air Garam ? Bukankah rasa asin yang terdapat dalam larutan akan menempel kepada ikan?

Jawabannya tidak. Justru garam yang ada pada Ikan Asin akan berpindah ke larutan garam. Karena kadar garam yang ada pada larutan lebih rendah daripada kadar garam yang terdapat pada Ikan Asin. Dalam proses kimiawi, garam pada ikan disebut larutan jenuh, dan larutan garam merupakan larutan tak jenuh. Sehingga akan terjadi perpindahan dari kondisi jenuh ke kondisi tak jenuh hingga sampai kepada terjadinya keseimbangan. Lebih bagusnya jika menggunakan Pengawet Alami Pada Ikan Asin

Artikel ini dikutip dari:
Dr. Ir. Nuri Andarwulan, M.Si. (Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan)
Fakultas Teknologi Pertanian, IPB, Bogor.

4 komentar: